rumah riset,
menawarkan varian ‘riset budaya’ dalam
konteks filem dan televisi yang meliputi:

1. literature research guide,
memenuhi kebutuhan kelengkapan data dan
validasi data yang dilengkapi dengan
pendalaman – pendalaman isi sehingga bisa
memberikan makna dan nilai budaya yang
lebih komprehensif  & transformatif ,
dengan berbagai model pendekatan ilmiah-nya

2. tv program – based on research,
memenuhi kebutuhan dalam mengembangkan
kreativitas sebuah program acara televisi yang
menawarkan ‘kebaruan’ dalam berbagai aspeknya.
dengan tetap menjaga kedalaman content yang
dibangun berdasarkan riset – riset ilmiah

3. creative script – based on research,
mengembangkan naskah cerita filem dan televisi
dengan memberikan masukan serta
pertimbangan yang bersifat faktual, aktual &
rasional. sehingga naskah yang dikembangkan
bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah

4. set & props – based on research,
merekonstruksi kedekatan faktual (masa lalu)
sekaligus menghadirkan imajinasi yang telah
jauh melampaui realitas (masa depan)
dengan tetap berpijak pada kajian ilmiah

5. character design – based on research,
membangun dan membentuk karakter – karakter
yang ingin dihidupkan dalam naskah
cerita filem dan televisi berdasarkan riset
ilmiah baik yang science fiction based
maupun historical based

Iklan

membangun serta mengembangkan kepekaaan dalam mencermati signal budaya yang terus bergerak, berubah dan berpindah. dengan menekankan pada pendalaman – pendalaman isi yang menjadi motor setiap dinamika produk budayanya. riset – riset ilmiah yang dikembangkan ‘tidak terkunci’ (locked) pada ‘satu sumber’ (mono channel) tapi membuka ruang yang luas dan terbuka pada ‘berbagai sumber’ (multi channel). rumah riset menawarkan varian – varian metode riset dengan model pendekatan ilmiah yang bersifat kebaruan. serta membangun ruang tafsir pemikiran yang berpijak pada fleksibelitas, integrativitas dan keterbukaan sebagai resolusi humanisnya

membangun budaya riset dengan menawarkan;
a. penelitian budaya dan riset – riset ilmiah untuk kemanusiaan,
b. pengembangan – pengembangan budaya alternatif untuk kemanusiaan,
c. dialog tentang gejala, dinamika serta dampak budaya untuk kemanusiaan,
d. analisis budaya untuk kemanusiaan dari beragam prespektifnya,
e. optimalisasi kreativitas produksi produk – produk budaya untuk kemanusiaan